Perkembangan Musik Pop Dunia dan Indonesia

Concordiachamberofcommerce –┬áDalam dunia musik populer terdapat sekitar 25 jenis musik, antara lain: musik rock, reggae, hip hop, metal, dan lain-lain. Sejarah musik pop dibentuk dan dikembangkan dengan pengaruh dari gaya musik lain.

Legenda musik pop global dipimpin oleh John Lennon dan kawan-kawan yang dibentuk menjadi sebuah band Beatles. Kemajuannya melambangkan pemberontakan melawan perkembangan musik yang ada. Posisi mereka telah berhasil naik ke puncak dunia melalui karya musik mereka yang tak lekang oleh waktu dan telah menjadi idola selama beberapa generasi.

Selain The Beatles, ada juga Rolling Stones dan ABBA yang masih mengusung konotasi pop dan legendaris hingga saat ini. Di tahun 1960-an, The Beatles bersama berbagai artis pop lainnya seperti Frankie Avalon, Bob Dylan, Marvin Gaye, Aretha Franklin, Sonny & Cher menciptakan sejarah musik pop yang mudah didengarkan dengan menggabungkan berbagai elemen.

Memasuki tahun 70-an, bermunculan beberapa musisi yang memadukan genre pop dengan disko dan rock seperti: Earth Wind and Fire, The Jackson Five, Donna Summer, Elton John, Rod Stewart dan Billy Joel. Saat itu, menurut Grove Music Online, musik pop masih tumpang tindih dengan gaya rock n ‘roll.

Saat memasuki tahun 1980-an, Michael Jackson dan Madonna menjadi idola baru musik pop dan berhasil menjabat sebagai raja pop. Pada pertengahan 1990-an, pop punk muncul sebagai genre baru yang dimotori oleh Green Day, The offspring, diikuti oleh Blink 182. Pada saat yang sama, perpaduan pop dan R&B pun tak mau ketinggalan dengan adanya nama bocor. Celine Dion, Mariah Carey, TLC. dan Brandy.

Salah satu keunggulan musik pop adalah penggunaan ritme yang terasa bebas untuk menonjolkan permainan drum dan bass. Komposisi melodi juga mudah dicerna. Musisi juga sering menambahkan aksesoris tambahan dan berbagai gaya untuk menggali kreativitas dan menarik kesenangan.

Musik pop juga terbagi menjadi musik pop untuk anak-anak dan pop untuk orang dewasa. Musik pop untuk anak-anak umumnya lebih sederhana dengan lirik yang lebih pendek. Komposisi musiknya tidak terlalu rumit dan nadanya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tema liriknya berkisar pada aspek pendidikan seperti mencintai orang tua, sekolah dan tanah air.

Awalnya musik Indonesia sebagian besar terdiri dari musisi dari Malaysia dan Singapura. Namun memasuki era 1960-an, Indonesia mulai menumbuhkan kreativitasnya melalui kelompok Koes Bersaudara yang terbang pada 1970-an dengan nama barunya, Koes plus.

Berkat lagu-lagunya yang fenomenal, namanya tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai grup musik paling berpengaruh di Indonesia. Dengan karakter musiknya yang sederhana berupa syair, musik dan melodi, mereka mengusung berbagai genre musik: pop, pop Jawa, musik melayu, pop anak-anak, keroncong, lagu daerah dan bahasa Inggris.

Karir gemilang Koes Plus tak selalu mudah, meski menjadi pelopor musik pop Indonesia. Antara tahun 1976 dan 1978, Koes Plus telah melewati masa-masa sulit dan sempat vakum beberapa saat, mungkin karena selera musik dan komentar orang-orang yang berubah.

Di era 70-an dan 80-an, pentas musik pop Indonesia diwarnai oleh sejumlah grup musik seperti Mercy’s, Panber’s, D’Lloyd’s dan juga Koes Plus. Era ini menandai dimulainya sejarah musik pop Indonesia yang kemudian terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan selera musik masyarakat Indonesia.

Sumber: Pengrajin Drumband Jogja – jual alat drumband

Anda mungkin juga suka...